Dr. kepO, Inovasi Layanan Administrasi Kependudukan

Dr. kepO, Inovasi Layanan Administrasi Kependudukan

  Dalam sekumpulan masyarakat Gresik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik menemukan permasalahan sebagaimana dihadapi nas

Cek E-KTP Harus ke Kantor Dinas
‘Kakekku Datang’ Permudah Warga Gresik Urus Dokumen Kependudukan
KPU dan Komisi II DPR RI Puji Pilkades Serentak Berbasis IT dan Data Kependudukan

 

dr_kepooo3

Dalam sekumpulan masyarakat Gresik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik menemukan permasalahan sebagaimana dihadapi nasional pada tahun 2016 yaitu:

  1. Tercatat 72,057 Kartu Keluarga (KK) atau 19% dari 376.023 KK Kabupaten Gresik merupakan data ganda dan anomali.
  2. Tercatat 273.514 biodata merupakan anomali dengan komposisi 89,36 % (244.424) merupakan biodata anomali non aktif yaitu diindikasikan bahwa keluarga bersangkutan tidak memiliki KK atau salah satu anggota keluarga tidak memiliki KTP/tidak mengubah data/tidak memiliki akta kelahiran.
  3. Pencatatan akta kelahiran Kabupaten Gresik telah mencapai 84,83% (telah melebihi target nasional 77,5%) namun karena perkembangan yang dinamis pada kelompok usia 0 – 18 tahun serta belum terintegrasinya pencatatan kelahiran sebelum tahun 2010 (akibat peralihan sistem dari SIMDUK ke SIAK) masih menyisakan 172.511 penduduk usia 0 – 18 Tahun yang belum memiliki akta kelahiran atau telah memilki akta namun belum terintegrasi dalam SIAK.
  4. Pelaporan kematian semakin baik dari 0 (2015) mencapai 12.872 Akta (2016).
  5. Sebanyak 147.576 jiwa (15,2% dari wajib KTP) belum melakukan perekaman.

Disamping itu, terdapat permasalahan fundamental yang sangat mempengaruhi pelayanan administrasi kependudukan yaitu:

  1. Edukasi dan awareness/kesadaran masyarakat terhadap registrasi kependudukan terhambat karena regulasi admindukcapil yang menghadirkan 117 form untuk layanannya (bahkan petugas kami pun sulit mengingatnya).
  2. Mobilitas penduduk yang sangat tinggi mengingat Gresik sebagai suburban Surabaya Metropolitan Area sebagaimana tercatat pada Tahun 2015, dinamika perubahan penduduk dipengaruhi mobilitas migrasi keluar/masuk sebesar 51,291 jiwa (84.09%), diikuti kematian sebanyak 7.979 jiwa (13.08%) sedangkan kelahiran 1,725 (2.83%) jiwa.
  3. Selain itu, kondisi demografis Gresik dengan 356 Desa/kelurahan (30 Desa di Kepulauan Bawean) dan literasi terhadap teknologi yang belum mencukupi di perdesaan juga menghambat pelayanan kami.

Kesatuan pelayanan administrasi kependudukan dengan pelbagai permasalahannya sebagai salah satu kebutuhan dasar tentu saja berpengaruh terhadap seluruh kelompok masyarakat termasuk kelompok miskin, buta huruf, penyandang cacat, lansia, imigran, perempuan, pemuda, minoritas etnis, dan pelbagai kelompok lainnya. Selain itu, registrasi data kependudukan yang tidak valid menghambat penyelenggaraan pembangunan maupun pelayanan publik baik dasar maupun non dasar seperti penyelenggaran pemilihan umum, penyaluran bantuan pengentasan kemiskinan yang tidak tepat sasaran, hingga menghambat terwujudnya smart city.

Oleh karena itu, perlu upaya penguatan sosialisasi/pembelajaran terkait layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat yang didukung kesederhanaan layanan.

Pada tahun 2016, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Gresik mengembangkan aplikasi layanan kependudukan Dr. KepO.

Dr. Kepo, singkatan dari dokter Kependudukan Online dapat dimaknai Knowing Every Particular Object yang menempatkan Pemerintah Kabupaten Gresik sebagai stelsel aktif yang selalu ingin tahu “penyakit” registrasi kependudukan yang dihadapi oleh masyarakatnya.

Dr. Kepo juga bisa dikatakan sebuah aplikasi cerdas dalam versi Android (seri 4.0 – ) dan iOS yang terkoneksi dengan SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) dirancang dan digunakan mulai tahun 2016 sampai sekarang. Masyarakat bisa akses langsung dengan Android melalui play store/google play untuk mengetahui diagnose penyakit kependudukannya, mengambil resep dan mengobatinya secara mobile dari SmartPhone serta memanfaatkan layanan pendaftaran administrasi kependudukan secara online.

Tujuan utama dr. KepO adalah mewujudkan ketunggalan identitas melalui layanan digital untuk masyarakat yang edukatif dan sederhana didukung secara inklusif melalui penguatan peran petugas Register Desa/Kelurahan

Dr. KepO menempatkan pemerintah sebagai “dokter spesialis” sedangkan masyarakat sebagai “pasien”. Dengan peran ini, pemerintah memberikan edukasi dan layanan sederhana terhadap masyarakat sebagaimana tahapan berikut:

  1. Penduduk yang akan mengurus suatu layanan administrasi kependudukan akan mengakes dr. KepO cukup meng-entry Nomor KK dan sistem akan memunculkan seluruh daftar anggota keluarga (dalam KK yang bersangkutan) dengan informasi perubahan data terupdate masing-masing anggota keluarga.
  2. Penduduk dapat meng-klik setiap nama anggota keluarganya dan akan mendapat diagnosa penyakit masing-masing anggota keluarga meliputi kepemilikan akta catatan sipil (akta nikah/lahir/mati), status data tergolong ganda atau anomali, status rekam e-KTP, status pemutakhiran, dan sebagainya. Pada fase ini, penduduk mendapatkan informasi kebutuhan dasar akan identitas kependudukan dirinya dan seluruh anggota keluarganya yang sudah/belum terpenuhi.
  3. Penduduk dapat meng-klik setiap diagnosa penyakitnya dan akanmendapatkan resep (prosedur pengurusan layanan penyakit). Sebagaimana contoh, bila diagnosa penyakitnya adalah “Gak Nduwe akta lahir” atau tidak memiliki akta kelahiran maka akan memunculkan informasi prosedur pengurusan akta kelahiran dan dokumen kelengkapan yang dipersyaratkan.
  4. Penduduk dapat melanjutkan pengurusan terhadap penyakitnya dengan mengklik “daftar” dan akan memunculkan form isian layanan digital (papperless) yang dibutuhkan sehingga tidak perlu menghafalkan 117 form. Setiap form yang dibutuhkan dalam layanan akan otomatis muncul sedangkan identitas penduduk yang dibutuhkan dalam layanan juga otomatis terisi dalam setiap kolom form sehingga penduduk cukup mengisi kebutuhan data indikatif lainnya.
  5. Terakhir, penduduk dapat mengupload dokumen yang dipersyaratkan atau menyerahkannya beserta printout form isian digital kepada downline kami di Desa melalui RT, RW, atau Petugas Register Desa untuk diproses sebagaimana prosedur.

Untuk lebih jelas bagaimana aplikasi dr. kepO ini digunakan, anda dapat mengakses video tutorial dr. kepO di link youtube https://www.youtube.com/watch?v=Q1RQ0FmHhgs&feature=youtu.be&a=

(syt/trw)

COMMENTS